Langsung ke konten utama

Laporan Keuangan Konsolidasi


I.        PENDAHULUAN

Konsep akuntansi penggabungan usaha, yang terdapat pada APB Opinion No. 16, secara jelas meliputi penggabungan dengan satu atau lebih perusahaan menjadi anak perusahaan ketika suatu perusahaan lain (disebut sebagai induk perusahaan) memperoleh pengendalian kepemilikan terhadap anak perusahaan tersebut. Pada umumnya hubungan entitas induk-anak ini muncul melalui adanya akuisisi saham. Biasanya, pengendalian kepemilikan pada perusahaan lain diperoleh secara langsung dengan memperoleh hak mayoritas (lebih dari 50%) atas saham berhak suara.

Penggabungan usaha yang terjadi karena pengendalian, tidak menyatukan semua operasi entita-entitas yang tergabung, melainkan masing-masing entitas tetap beroperasi secara terpisah, hanya saja berada dalam satu pengendali yang sama. Pencatatan laporan keuangan yang ada pada perusahaan yang menerapkan hubungan entitas induk-anak jelas berbeda dengan perusahaan yang tidak sedang menjalankan bentuk penggabungan usaha semacam itu. Di dalam PSAK telah diatur bahwa perusahaan dalam hubungan entitas induk-anak harus membuat laporan keuangan gabungan, atau biasa disebut laporan keuangan konsolidasi. Laporan ini terdiri dari neraca konsolidasi, laporan laba rugi konsolidasi, laporan saldo laba konsolidasi, dan laporan arus kas konsolidasi.

Saat ini, hampir semua perusahaan besar membuat laporan keuangan konsolidasi. Walaupun orang sering mengira bahwa perusahaan-perusahaan raksasa merupakan perusahaan tunggal, pengamatan lebih dekat mengungkapkan bahwa tiap perusahaan sebenarnya terdiri dari perusahaan-perusahaan yang terpisah. Contohnya PT Media Nusantara Citra memiliki banyak anak perusahaan diantaranya: Jaringan Televisi (RCTI, TPI, Global TV), Jaringan Radio (Trijaya, Radio Dangdut TPI, ARG Global, Women Radio), dan Surat Kabar (Koran Seputar Indonesia-Sindo).

Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan syarat yang diberikan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) untuk menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk Induk Perusahaan (entitas pengendali) dari satu atau lebih Anak Perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan-akan entitas-entitas tersebut merupakan satu entitas perusahaan. Laporan keuangan konsolidasi ini wajib disusun oleh entitas induk atau pengendali tertinggi dalam suatu kelompok usaha dimana induk perusahaan memiliki banyak anak perusahaan bahkan anak perusahaan juga mungkin memiliki anak lain.



Pada dasarnya, laporan konsolidasi adalah laporan asumsi yang memandang makna ekonomi suatu entitas. Secara hukum, entitas induk dan entitas anak adalah entitas-entitas yang berbeda, bahkan undang-undang anti trust mensyaratkan arm’s lengt transaction diantara entitas-entitas yang berafiliasi (hubungan istimewa antara antara perusahaan pengendali dan atau perusahaan yang dikendalikan). Syarat ini berarti entitas induk tidak diperkenankan membedakan harga beli atau jual kepada atau dari entitas anak dan perusahaan lain yang tidak berafiliasi.

Berdasarkn PSAK 4, perusahaan yang mengendalikan perusahaan lain (Perusahaan Induk), diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi. Perusahaan induk tidak hanya menyusun Laporan Individunya karena hanya satu laporan yang berlaku secara umum yaitu Laporan Konsolidasi. Tetapi laporan individu masih bisa dibuat namun dalam taraf sebagai tambahan infomasi.

II.        NERACA KONSOLIDASI ATAS ENTITAS ANAK YANG DIKUASAI KURANG DARI 100%

Misalkan entitas induk membeli 90% saham entitas anak pada harga yang sesuai dengan nilai bukunya.Jadi,kekayaan entitas anak yang dibeli entitas induk adalah 90% x 12 500 000 = Rp 11 250 000 .Karena itu,nilai investasi adalah Rp 11 250 000 atau sebesar nilai buku yang diterima. Peraga 3-4 menyajikan pengkonsolidasian akun-akun.

Peraga 3-4 Penyusunan Laporan Konsolidasi – Kepentingan Nonpengendali (dalam ribuan)
Keterangan

Konsolidasi






Kas
Kas induk Rp 2000+kas anak Rp1000
Rp 3000



Piutang usaha
4000 + 2000 – 3000(eliminasi No 1)
3000



Persediaan
6750 + 3000
9750



Investasi  dalam saham entitas anak
11250 -11 250 (eliminasi No 2)
-



Bangunan dan Peralatan (net)
7 000 + 6000
13000



Tanah
9000+9000
18000



Total Asset

Rp 46 750



Utang usaha
5000+3500-3000(eliminasi No 1)
Rp 5500



Utang Jangka Panjang
10 000 + 5000
15000



Modal saham
15000+7500-7500(eliminasi No 2)
15000



Laba ditahan
10000+5000-5000(eliminasi No 2)
10000



Kepentingan Nonpengendali

1250



Total  passiva / kewajiban

Rp 46750




Jurnal eliminasi  dalam penyusunan neraca konsolidasi tersebut adalah :

1.   Jurnal eliminasi  Utang Usaha dan Piutang Usaha

Jurnal ini mengeliminasi seluruh utang piutang antarperusahaan tanpa memandang persentase kepemilikan,tetapi didasarkan pada adanya pengendalian yang memandang entitas induk dan entitas anak adalah satu.Jurnalnya adalah

sebagai berikut :

Utang usaha  Rp 3 000 000

Piutang usaha
Rp 3 000 000


2.   Jurnal Eliminasi Akun Investasi Entitas Induk dan Kekayaan Entitas Anak Penguasaan entitas induk atas kekayaan entitas anak melalui investasi tersebut adalah 90%,sehingga jumlah kekayaan entitas anak yang dimiliki entitas induk 90% x Rp 12 500 = Rp 11 250.Jadi ,eliminasi dilakukan sebesar jumlah tersebut dengan

“mendebet” kekayaan entitas anak  yang meliputi akun “modal saham “ dan “laba

ditahan” dari unsur-unsur kekayaan entitas anak sebesar 90% dan “mengkredit” akun “investasi” dalam saham “anak” milik entitas induk dengan jurnal berikut :

Modal saham (90% x Rp 7,5 juta)
Rp 6 750 000
Laba Ditahan (90% x Rp 5 juta )
Rp 4 500 000
Investasi dalam saham entitas anak
Rp 11 250 000


Jurnal tersebut mengeliminasi 90% kekayaan entitas anak atas investasi entitas induk karena entitas anak hanya dikuasai sebesar 90% sehingga hanya ada 10% pemegang saham nonpengendali dalam PT B.Jumlah kepentingan nonpengendali ini

adalah 10% x Rp 12,5 juta = Rp 1.250.000


Jurnal eliminasi dapat dibuat sebagai berikut :


Modal saham
Rp  7 500 000


Laba Ditahan
Rp  5 000 000


Investasi dalam saham entitas anak
Rp
11 250 000
Kepentingan Nonpengendali

Rp  1 250 000
Neraca konsolidasi  PT A dan PT B per 31 Desember
2011 disajikan pada peraga

3-5 Laporan konsolidasi pada dasarnya disusun berdasarkan prinsip yang telah dijelaskan sebelumnya,tetapi jika bagan akun perusahaan sedemikian kompleks dan akun antarperusahaan semakin banyak,cara-cara seperti itu akan menimbulkan resiko human error yang cukup besar.

Peraga 3-5   Neraca Konsolidasi

PT A dan anak PT B

Neraca Konsolidasi


Per 31 Desember  2011 (dalam ribuan)

Aktiva

Passiva/Kewajiban

Kas
Rp 3.000
Utang usaha
Rp  5.500
Piutang usaha
3.000
Utang Jangka Panjang
15 000
Persediaan
9.750
Modal saham
15 000
Bangunan dan Peralatan
13.000
Laba ditahan
10 000
Tanah
18.000
Kepentingan Nonpengendali
1.250
Total aset
Rp 467.500
Total Passiva/ Kewajiban
Rp 46 750

III.        Prosedur Laporan Konsolidasi

Laporan konsolidasi disusun dengan menggabungkanlaporan keuangan entitas induk dan laporan keuangan entitas anak. Dan adapun prosedur laporan keuangan sebagai berikut :
Laporan Konsolidasi = Laporan Entitas Induk + Laporan Entitas Anak – Akun Antar Perusahaan

Contoh laporan keuangan PT A dan entitas anak PT B yang dikuasai 100 % per 31 Desember 2011, Penyusunan laporan konsolidasi akan lebih akurat apabila akun antar perusahaan diperhitungkan lebih dahuluPT B yang tebih akurat apabila akun antarperusahaan diperhitungkan terlebih dahulu kemudian dilakukan konsolidasi akun-akun laporan keuangan entitas induk dan entitas anak.

Neraca

Neraca PT A dan PT B

Per 31/12/2011

(dalam ribuan)

Keterangan



PT A

PT B













Kas
750


1.000

Piutang Usaha
4.000


2.000


Persediaan
6.750


3.000

Investasi dalam saham entitas anak
12.500







Bangunan dan peralatan (net)
7.000


6.000


Tanah
9000



9000


Total Aset

40.000
21.000













Utang usaha
5.000

3500


Utang jangka panjang
10.000

5.000


Modal saham
15.000


7.500



Laba ditahan

10.000



5.000











Total pasiva/kewajiban

Rp 40.000
Rp 21.000


























Keterangan :














a.       PT  A memiliki piutang usaha sebesarr Rp 3.000.000 pada PT B.
b.       Nilai investasi PT A sama dengan kekayaan PT B yang diperoleh.


Akun Investasi Entitas Induk dan Akun Kekayaan Entitas Anak

Investasi entitas induk dalam saham entitas anak mengakibatkan akun "investasi dalam saham entilas anak" milik entitas induk berkaitan dengan akun "modal saham/kekayaan pemegang saham” entitas anak. Saldo normal akun "investasi" adalah "debet" sehingga akun teresebut dieiiminasi dengan "mengkredit". Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan Terbatas, kekayaan pemegang saham terdiri dari modal saham dan laba untuk pemegang saham. yakni laba ditahan (retained earning). Modal saham dalam neraca harus disajikan pada nilai nominalnya. Apabila pada penjualan perdana harga saham yang dijual ditetapkan di atas nilai nominalnya, maka selisih harga jual dengan nilai nominal disajikan dalam akun "agio saham". Jadi. kekayaan pemegang saham melibatkan akun-akun;
·      Modal Saham

·      Agio Saham

·      laba Ditahan

Penguasaan entitas induk atas kekayaan entitas anak dalam investasi tersebut adalah 100%, sehingga seluruh kekayaan pemegang saham PT B dimiliki oleh PT A. Eliminasi dilakukan sebesar jumlah tersebut dengan “mendebet” komponenkekayaan entitas anak dan “mengkredit”akun ‘investasi dalam saham entitas anak milik entitas induk.

Jurnalnya adalah :

Modal saham
Rp 7.500.000
Laba Ditahan
Rp5.000.000
Investasi dalam sahamentitas anak
Rp12.500.000

Berdasarkan jurnal eliminasi akun-akun neraca konsolidasi dihitung seperti dibawah ini :

Keterangan



Konsolidasi




Kas
Kas induk Rp 750 + kas anak Rp 1.000
Rp 1750
Piutang Usaha
4.000+2000-3000 (eliminasi)
Rp2.000
Persediaan
6.750
+ 3000
Rp 9750
Investasi dalaam saham
12.500 – 12.500


Bangunan dan Peralatan
7.000
+ 6.000
Rp 13.000
Tanah
9.000
+ 9.000
Rp 18.000

Total aset



Rp 45.000






Utang Usaha
5.000
+ 3.500- 3.000 (eliminasi utang)
Rp 5.500
Utang Jangka Panjang
10.000
+ 5.000
RP 15.000
Modal Saham
15.000
+ 7.500 – 7.500
Rp 15.000
Laba Ditahan
10.000
+5.000 – 5.000
Rp 10.000





Total Pasiva/kewajiban




Rp 45.500





Akun-akun keuangan yang telah dikonsolidasikan tersaji dalam bentuk laporan keuangan konsolidasi seperti dibawah ini :


PT A dan Entitas Anak PT B

Neraca Konsolidasi

Per 31 Desember 2011

Aktiva



Kewajiban dan modal










Kas
Rp
1.750

Utang Usaha
Rp   5.500
Piutang usaha
Rp
3.000

Utang Jangka Panjang
15.000
Persediaan
Rp
9.750

Modal Saham
15.000
Bangunan dan Peralatan
Rp13.000

Laba Ditahan
10.000
Tanah
Rp 18.000







Total aset
Rp 45.500

Total Pasiva
Rp 45.500























IV.       KONSOLIDASI ENTITAS BERTUJUAN KHUSUS (EBK)

ISAK 7 lahir setelah kasus Enron terkuak.Salah satu kesalahan yang dilakukan manajemen Enron adalah membentuk Entitas Bertujuan Khusus (Special Purpose Entities= SPE) yang tidak dikonsolidasikan atau off balance sheet dan dari sanalah kejahatan dilakukan.Dalam kasus Enron ,banyak juga pihak yang tidak hanya menyalahkan manajemen Enron,tetapi juga security Exchange yang tidak mewajibkan Enron menyusun laporan konsolidasi atas SPE tersebut.

Dari peristiwa Enron ini.Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) meinterpretasikan kewajiban penyusunan laporan konsolidasi.Di Indonesia,hasil adopsian tersebut diterbitkan dalam bentuk interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 7 yang direvisi kembali pada tahun 2009 berdasarkan revisian kembali IASB.ISAK 7 mendefinisikan bahwa suatu EBK dapat berbentuk perusahaan,firma atau bahkan entitas yang tidak berbentuk hukum.EBK umumnya dibentuk dengan ketentuan kontraktual.jika secara substansi suatu entitas mengendalikan EBK walaupun tidak menempatkan modal dalam EBK tersebut ,entitas itu diwajibkan menyusun laporan konsolidasi.

Laporan konsolidasi itu harus disusun sesuai dengan PSAK 4 seperti prosedur konsolidasi yang telah dijelaskan di atas . Jika tidak ada kepemilikan dalam EBK,seluruh ekuitas pemilik EBK disajikan sebagai kepentingan nonpengendali pada sisi ekuitas neraca konsolidasi.Jika terdapat penempatan modal atau investasi entitas



dalam EBK investasi tersebut dieliminasi dengan ekuitas EBK.Bila tidak semua ekuitas EBK dimiliki entitas induk,maka terdapat kepentingan Nonpengendali.

Misalkan PT A tidak memiliki hak suara dalam PT B,tetapi memiliki hak pengendalian atas PT B berdasarkan kontrak.Neraca PT A dan PT B per 31/12/2011 disajikan dalam peraga 3.6.Neraca tersebut memperlihatkan bahwa PT A tidak memiliki investasi dalam saham PT B, sehingga tidak memiliki hak suara atas PT B

.Berdasarkan ISAK 7 revisi 2009,PT A juga diwajibkan menyusun laporan konsolidasi karena memiliki hak pengendalian atas PT B walaupun tidak memiliki hak suara.


Neraca PT A dan PT B per 31/12/2011

Pengendalian dengan kontrak


Keterangan (dalam ribuan)

PT   A
PT B


Kas



13 250
1000


Piutang usaha



4000
2000


Persediaan



6750
3000


Bangunan dan Peralatan (net )


7000
6000


Tanah



9000
9000


Total Aset



Rp 40 000
Rp 21000


Utang Usaha



5000
3500


Utang Jangka Panjang



10 000
5000


Modal Saham



15000
7500


Laba Ditahan



10 000
5000


Total Pasiva/kewajiban


Rp 40 000
Rp 21000


Prosedur konsolidasi
tetap
dilakukan
sesuai    dengan PSAK 4 revisi 2009,
yaitu   mengeliminasi   akun
antarperusahaan
dan menyajikan saldo   kepentingan

nonpengendali pada sisi liabilitas/kewajiban di neraca konsolidasi.Akan tetapi,karena PT A tidak memiliki saham PT B seluruh kekayaan pemegang saham PT B disajikan

sebagai kepentingan nonpengendali. Jurnal eliminasi dalam laporan konsolidasi akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Eliminasi Utang    Piutang usaha sebesar Rp 3 juta

Utang usaha                                    Rp 3 000 000

Piutang usaha                                                                 Rp 3 000 000

2. Reklasifikasi kekayaan pemegang saham menjadi kepentingan nonpengendali

Modal saham                                  Rp 7 500 000


Laba ditahan                                         5 000 000

Kepentingan Nonpengendali                       Rp 12 500 000


Prosedur Penyusunan Neraca Konsolidasi


Keterangan



Konsolidasi



Kas
Kas induk Rp 13 250 + kas anak Rp 1000
Rp 14 250
Piutang usaha
4000
+ 2000 – 3000(eliminasi No 1)
3000
Persediaan
6750
+ 3000
9750
Bangunan dan Peralatan(net)
7000
+ 6000
13000
Tanah
9000
+ 9000
18000
Total aset



Rp 58 000
Utang usaha
5000
+ 3
500 - 3000 (eliminasi no 1)
5 500
Utang Jangka Panjang
10 000 +
5000
15 000
Modal Saham
15 000 +
7500 - 7 500 (eliminasi no 2 )
15 000
Laba Ditahan
10 000 +
5000 - 5000(eliminasi no 2)
10 000
Kepentingan Nonpengendali
7500
+ 5000
12 500
Total Passiva / Kewajiban



Rp 58 000

V.        Ilustrasi Skenario Laporan Konsolidasian

Perusahaan INDUK mempunyai struktur anak sebagai berikut: Anak A dengan saham 80% (20% milik publik)

Anak B dengan saham 45% (namun mengendalikan) Anak C dengan saham 10% (tidak mengendalikan)

Maka Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan Induk akan menggabungkan seluruh angka laporan keuangan Anak A dan Anak B ke dalam laporan keuangan konsolidasiannya. Angka laporan keuangan yang dimasukkan termasuk: aset, liabilitas, ekuitas, laba rugi, dan arus kasnya. Sementara itu porsi pemilik lainnya akan disebut sebagai Kepentingan Non Pengendali di bagian pos Ekuitas dan Laba/Rugi. Maka ilustrasi Laporan Konsolidasian contoh di atas:

·           Aset: seluruh aset INDUK (termasuk 100% aset A + 100% aset B + termasuk 10% C)

·           Liabilitas: seluruh liabilitas INDUK (termasuk 100% liabilitas A + 100% liabilitas B) Ekuitas:

·      Ekuitas pemilik induk (termasuk 100% ekuitas A + 100% ekuitas B)

·      KNP (20% ekuitas A milik publik + 55% ekuitas B milik investor lain)

·           Laba/Rugi:

·      Pendapatan: seluruh pendapat induk (termasuk 100% A + 100% B)

·      Laba kotor: (termasuk 100% A + 100% B)

·      Bagian penghasilan (rugi) komprehensif lain dari entitas asosiasi: 10% C

·      Laba: 100% A + 100% B + 10% C

·      Laba Pemilik Induk (termasuk 80% A + 45% B + 10% C)




·      KNP (20% A + 55% B)


Jika ada perusahaan induk mempunyai anak, anaknya mempunyai cucu, lalu cucunya mempunyai cicit usaha, dan cicitnya mempunyai anak-cicit lagi, maka semuanya akan dikonsolidasikan jika memang bersifat mengendalikan. Di posisi perusahaan paling induk hanya tersedia satu angka konsolidasian mengikuti sifat-sifat seperti di atas.

Pembaca laporan keuangan, khususnya investor, harus lebih jeli melihat sifat-sifat dan angka yang dilaporkan di atas.


Komentar